Mawar Putih Simbol Perdamaian dalam Pertemuan Menkeu dan Menkes Negara Anggota G20

oleh -
Bunga mawar putih dalam pertemuan pada Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan Negara anggota G20 di Bali, Sabtu malam (12/11). (Foto: Ist)

Denpasar, Jendela Nasional.ID— Bunga mawar putih yang terhampar di tengah ruang rapat Pertemuan Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan G20, di Bali, Sabtu malam (12/11) menarik perhatian para delegasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pidato sambutan di hadapan para delegasi menjelaskan bahwa rangkaian bunga mawar putih itu merepresentasikan pulau-pulau terbesar Indonesia.

“Pada saat yang sama melambangkan ketulusan dan perdamaian kami. Di sekeliling bunga mawar itu terdapat ratusan bunga warna-warni yang menggambarkan semboyan bangsa Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika. Semboyan ini tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya Berbeda-beda tetapi tetap satu,” tegas Menteri Keuangan dalam keterangan dari Tim Komunikasi dan Media G20 yang diterima media pagi ini, Selasa (15/11).

“Kami sangat beragam di dalam satu negara, dalam arti bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang satu, sehat dan kuat serta bersatu walaupun kami sangat beragam dalam suku, etnis atau bahkan bahasa lokal,” tandas Sri Mulyani.

Kepada para delegasi dari berbagai negara ini, Menkeu juga menjelaskan filosofi dari motif batik lukisan tangan Indonesia pada botol minum G20.

“Kami menyebutnya Sulur-Sulur dan Sekar Jagat. Sulur-Sulur adalah aliran daun dan Sekar adalah bunga, Jagat adalah dunia. Pola Sulur-Sulur pada botol minum hijau adalah perwujudan dari kehidupan yang akan terus berlanjut, tumbuh dan berjuang,” katanya.

Sementara Sekar Jagat yang memiliki pola bunga pada botol minum hitam, kata Sri Mulyani, merupakan simbol dari harmoni dan keberagaman.

“Di dalam semangat inilah saya menyambut Anda semua, para undangan delegasi G20,” kata Sri Mulyani.

 

Menyinggung Pandemi

Dalam pidatonya, Menkeu menyinggung tentang pandemi COVID-19 yang mendominasi diskusi mengenai kebijakan domestik maupun internasional pada beberapa tahun terakhir.

Pandemi juga menjadi fokus utama Presidensi G20 tahun ini. Karena itu, Indonesia mengajak negara-negara di dunia untuk pulih bersama, tumbuh lebih kuat.

Ia mengatakan banyak negara maju menuju kehidupan normal baru dengan COVID-19. Namun demikian, jutaan kasus baru dan ribuan kematian masih dilaporkan tiap minggu. Juga tentang penyebaran cacar monyet lintas batas negara pada periode pertengahan tahun ini.

“Karena itu, usaha kita agar lebih siap dalam menghadapi pandemi di masa depan akan tetap merupakan hal yang penting dan mendesak,” kata Menkeu. ***