Perikanan Nusantara, Dari Program Hilirisasi Hingga Fokus Bisnis di Tahun 2019

oleh -7 views
Perinus Fisheries Center (PFC) yang menghabiskan investasi mencapai Rp 50 milyar. (Foto: ist)

Jakarta, JENDELANASIONAL.COM — PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus menorehkan beberapa pencapaian penting selama tahun 2018. Secara keseluruhan, pencapaian-pencapain tersebut tercapai berkat kerja semua pihak, khususnya jajaran pimpinan PT Perinus.

Pada tahun 2018, Perinus melalukan kerjasama dengan berbagai lembaga terkait. Misalnya, melakukan penandatanganan kerjasama pemanfaatan cold storage di Muara Baru, Jakarta Utara. Penandatanganan dan kerja sama ini dilakukan dengan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSPKP KKP), di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Senin (19/11/2018). Penandatanganan itu dilakukan oleh Direktur Utama PT Perinus Dendi Anggi Gumilang, dan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Rifky Efendi Hardijanto.

Dendi Anggi Gumiwang mengatakan bahwa dengan adanya perjanjian kerjasama Integrated Cold Storage (ICS) tersebut diharapkan dapat menunjang dan memperbesar size business trading Perinus.

“Kami diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsi Perinus sebagai operator Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) yang salah satunya melakukan stocking dan buffering serta sebagai stabilisator harga ikan,” ujarnya.

Dirjen PDSPKP KKP Rifky Efendi Hardijanto berharap perjanjian kerjasama ini diharapkan membuat Perinus dapat menjalankan tugas dan fungsi sebagai operator SLIN. “Semoga Perinus yang menjadi salah satu BUMN Perikanan juga mampu berkontribusi melalui pengelolaan potensi dan sumberdaya perikanan serta mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi,” ujarnya.

Selain kerjasama dengan pihak dalam negeri, Perinus juga melakukan kerjasama dengan investor asing. Direktur Keuangan, Umum dan SDM Perinus, Ridwan Zachrie mengatakan, pada Sabtu 27 Oktober melakukan penandatanganan kontrak ekspor produk Tuna ke Jepang dengan Food Trade Industry (FTI) Corp Japan.

Kontrak bernilai total USD 15 juta per tahun untuk komoditi tuna sebanyak 1500 ton dilaksanakan pada acara “Promoting Indonesia Fisheries to Global Market” bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Keuangan, Umum & SDM Perikanan Nusantara Ridwan Zachrie dan Presiden Direktur  FTI Japan Narumi Kentaro. “Ekspor perdana dengan FTI Japan ini akan dimulai November 2018 ini untuk tuna loin fresh sebesar 20 ton dengan nilai transaksi USD 260.000,” ujar Ridwan Zachrie.

Secara bertahap Perinus akan memenuhi target ekspor Tuna dengan FTI sebesar 300 ton dengan nilai transaksi USD 2 juta dalam beberapa bulan ke depan.

Sebelumnya, PT Perikanan Nusantara (Perinus) pada 5 Oktober lalu melakukan ekspor gurita setelah penandatanganan perjanjian kontrak di Imperial Hotel Tokyo pada tanggal 22 Agustus 2018 dengan Perusahaan Jepang Ajhirushi. PT Perikanan Indonesia akan mengirim 2 kontainer atau setara 30 ton senilai $169.5 ribu, yang terdiri dari frozen octopus.

Ridwan mengatakan, Presiden Direktur Perusahaan Ajirushi menyampaikan puas dengan kinerja Perinus yang mampu memenuhi standar gurita Jepang dan diterima pasar Jepang dengan baik. Pada Oktober 2018 ini, Perinus juga mulai mengekspor Tuna ke Jepang sesuai dengan nilai kontrak sebesar 15 juta USD serta kakap merah dan Tenggiri ke Singapore dengan projeksi senilai $6,5 juta.

Realisasi eksport gurita sampai dengan September 2018 PT Perikanan Indonesia 119,8 Ton atau senilai $791 ribu.

Selain itu, ada beberapa pencapaian penting yang diraih Perinus sepanjang tahun 2018. Ridwan Zachrie mengungkapkan salah satunya yaitu Perinus masuk ranking 19 (Top 20) versi Majalah Info Bank untuk BUMN dengan kinerja keuangan terbaik. Sebelumnya, Perinus hanya meraih rangking 90-an dalam hal kinerja keuangannya.

Pada tahun 2018 juga, Perinus mencatat keberhasilan mempertahankan “investment grade” oleh lembaga rating Pefindo. Pencapaian ini sudah diperoleh selama 2 tahun berturut-turut. Pencapaian tersebut akan memperkuat kepercayaan investor terhadap konsistensi kinerja Perinus ke depan.

Selain itu, di 2018 Perinus mendapatkan penghargaan atas inovasinya di bidang marketing, pada kriteria Best Branding Award, Best Marketing Award, Best Online Marketing Award.

Pada penghujung tahun 2018, Perinus berhasil mendapatkan 3 penghargaan bergengsi BUMN awards, dalam  “BUMN Branding and Marketing Award 2018”, yang digelar di Jakarta (21/11/2018). Tiga penghargaan tersebut meliputi kategori “Marketing Performance Terbaik”, “Product Branding Terbaik”, dan “Digital Branding Terbaik”.

Ridwan mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil dari presentasi Perinus ke Dewan Juri BUMN dan hasil kinerja Perinus.

 

Program Hilirisasi

PT Perinus (Persero) saat ini juga sedang fokus melakukan program hilirisasi yaitu dengan membangun Perinus Fisheries Center (PFC) dengan investasi mencapai Rp 50 milyar. Pengerjaannya sedang dalam proses konstruksi pembangunan dan dijadwalkan selesai pada Semester 1 tahun 2019.

“PFC merupakan pusat edukasi maritim/bahari, pengolahan ikan termasuk sarana supermarket, restaurant yang bahan-bahan bakunya akan berasal dari produk-produk unggulan Perinus. PFC ini diharapkan bisa meningkatkan brand image Perinus di mata publik termasuk investor yang ingin melihat kegiatan mini hilirisasi Perinus,” ujar Ridwan.

Program hilirisasi lainnya adalah rencana Perinus untuk membuka restaurant seafood bernuansa family yang bertaraf internasional. “Kita ingin memanfaatkan produk-produk ikan dan laut lainnya unggulan Perinus. Awalnya rencana membentuk Tuna House yang kemudian kita refleksikan dalam bentuk Restaurant,” tutur Ridwan.

Pembangunan restaurant skala internasional ini merupakan investasi dengan nilai sekitar Rp 5-7 Milyar dan berlokasi di prime area di Jakarta Selatan dan rencana rampung pada Januari 2019.

“Kedua program tersebut dalam rangka hilirisasi tapi tetap core bisnis utama Perinus adalah perikanan tangkap,” ujarnya.

Rencana lainnya, kata Ridwan, adalah pembangunan wisata bahari yang saat ini masih dalam tahap kajian bisnis.

Ridwan menyampaikan dengan target revenue Perinus di 2019 yang mencapai Rp 900 milyar, pengembangan diversifikasi usaha hilirisasi diyakini dapat mendukung pencapaian target Perinus yang mengedepankan perikanan tangkap, trading sebagai backbone aktivitas usaha perusahaan.

 

Fokus Bisnis Perinus pada 2019

Perinus mencatat kinerja yang baik di 2018. Karena itu, perusahaan plat merah ini menargetkan peningkatan kinerja yang signifikan di 2019. Ridwan menyampaikan bahwa Perinus mengestimasikan pendapatan di tahun 2018 akan mencapai Rp 726 milyar atau 112% dari Target RKAP dengan laba 20 milyar atau 85% dari target dengan capaian asset Rp 835 milyar.

“Di tahun 2019, peningkatan produksi tangkapan akan menjadi fokus bisnis Perinus, dimana untuk mendukung langkah-langkah ini dengan menambah armada kapal, penambahan jumlah mitra nelayan dan perluasan kerjasama operasional (KSO) dengan pemilik kapal dengan pola bagi hasil,” ujarnya.

Di tahun 2019, Perinus mentargetkan pendapatan Rp. 900 milyar dan laba Rp. 26 milyar dengan asset mampu menembus Rp 1  Triliun. Perinus mentargetkan peningkatan hasil tangkapan di 2019 menjadi 35.000 Ton yang berarti peningkatan sebanyak 22.41% dari perkiraan pencapaian tahun 2018  pada 29.000 Ton.

Untuk perikanan tangkap, Perinus berupaya untuk meningkatkan hasil tanggapan menggunakan kapal milik sendiri sebanyak 40-50% dari total tangkapan demi efisiensi biaya. “Untuk itu akan ada penambahan armada kapal baru dimana di tahun 2018 ini telah mulai dibangun 4 kapal baru dan di 2019 ditargetkan sekitar 5-6 kapal baru sehingga total menjadi 10 kapal baru. Perinus juga mentergetkan 15.000 mitra nelayan dan 10 KSO Operasional Kapal dengan pola bagi hasil,” ujarnya.

Untuk transaksi Ekspor, Perinus  akan merealisasikan kontrak Ekspor US $ 33 juta yang diperoleh di tahun 2018 dengan mitra Jepang. “Di 2019 ditargetkan untuk dapat meraih kontrak ekspor mencapai US$ 50 juta dengan mengembangkan pasar ke Eropa dan Timur Tengah,” pungkasnya. (Ryman)