Ketua DPR Dorong Banggar Siapkan Dana Pengadaan Sistem Peringatan Dini

oleh -
Ketua DPR, Bambang Soesatyo

JENDELANASIONAL.COM – Indonesia merupakan negara yang dilalui oleh cincin api (ring of fire) Pasifik. Karena itu, Indonesia merupakan wilayah yang sangat rawan terhadap bencana gempa bumi.

Sebagai wilayah yang sering dilanda gempa bumi dan tsunami Indonesia membutuhkan berbagai peralatan dini bencana gempa. Yang lebih penting yaitu, terciptanya masyarakat siap menghadapi bencana.

Terkait masih minimnya peralatan peringatan dini bencana di Indonesia, Ketua DPR Bambang Soesatyo mendorong komisi terkait  agar meminta pemerintah segera melengkapi dan memperbaiki peralatan atau sistem pendeteksi dini (early warning system) bencana.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa apabila terjadi bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi, mengingat waktu peringatan dini merupakan aspek yang paling penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa dan materi,” ujar Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo, di Jakarta, Selasa (2/9/2018).

Selain itu, Bamsoet akan mendorong Komisi I DPR dan Komisi V DPR untuk meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar berkoordinasi terkait basis informasi yang digunakan oleh BMKG dalam menyebarkan informasi peringatan early warning system kepada masyarakat yang berada di wilayah berpotensi bencana selain melalui media cetak, online, dan siaran, juga dapat melalui SMS broadcast.

Bambang mengatakan, pihaknya melalui Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Komisi V DPR, Komisi VII DPR, dan Komisi VIII DPR juga memberikan dukungan anggaran kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), BMKG, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penyusunan anggaran, baik untuk pengadaan buoy dan perawatan (maintenance) seluruh early warning system, serta memperbaiki dan mengganti buoy-buoy yang rusak di seluruh perairan Indonesia.

Hal itu terutama di daerah yang sering terjadi gelombang besar ataupun daerah rawan tsunami, mengingat buoy merupakan salah satu teknologi pendeteksi dini tercepat atas peluang terjadinya tsunami di wilayah Indonesia.

Selain itu, mendorong Komisi V DPR dan Komisi VIII DPR meminta BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dengan masyarakat untuk melakukan perawatan terhadap peralatan early warning system agar alat tetap dapat berfungsi dengan baik untuk jangka waktu yang lama.

“Mendorong Komisi V DPR meminta BMKG untuk tetap memanfaatkan modelling tsunami yang berfungsi memberikan informasi peringatan dini (early warning) tsunami, guna mendukung BNPB dalam memberikan rasa aman dan waspada kepada masyarakat,” pungkas Bambang. (Ryman)