Jelang Nataru 2018, Kendaraan Lebih dari Dua Sumbu Dihimbau Tidak Beroperasi

oleh -
Menhub bersama Menko Maritim, Kapolri, Panglima TNI, Menteri PUPR dan Menkes, saat jumpa pers usai melakukan Video Conference Kesiapan Nataru di Markar Besar Polri, Senin (18/12). (Foto: dephub.go.id)

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghimbau seluruh masyarakat agar tidak mengoperasikan kendaraan kendaraan dua sumbu ke atas pada tanggal 22-23 dan 29-30 Desember 2017. Hal ini dilakukan demi kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal tersebut dikatakan Menhub bersama Menko Maritim, Kapolri, Panglima TNI, Menteri PUPR dan Menkes, saat jumpa pers usai melakukan Video Conference Kesiapan Nataru di Markar Besar Polri, Senin (18/12).

“Kita sepakat membuat forum. Dalam forum itu kita melimpahkan kewenangan pada Korlantas. Jadi berkaitan buka tutup dari gate, penetapan policy-policy di lapangan kita berikan ke Korlantas. Hal lainnya adalah memastikan tanggal 22-23 dan 29-30 Desember 2017 dihimbau kendaraan lebih dari dua sumbu untuk tidak beroperasi. Hal tersebut baru sekadar himbauan, apabila terjadi kemacetan akan dialihkan melalui jalur Pantura,” kata Menhub Budi Karya.

Lebih lanjut Menhub menjelaskan untuk angkutan udara lebih difokuskan di Bandara Soekarno-Hatta. Karena itu, Menhub meminta untuk menghitung secara jelas volume dari Bandara Soekarno-Hatta agar dapat ditentukan supply yang pas dalam menghadapi angkutan Nataru.

“Memang kita konsentrasi di Soekarno-Hatta, untuk itu saya minta untuk menghitung secara jelas berapa volumenya. Dengan volume itu diketahui, maka kita akan mendapatkan supply yang pas dengan itu. Saya pikir untuk angkutan udara berkaitan dengan sarana tidak ada masalah, akan tetapi yang menjadi masalah adalah penumpukan pada tanggal 22, 23 dan 24, oleh karenanya saya menghimbau agar mudik sebelum tanggal 22,” kata Menhub Budi Karya.

Untuk terus meningkatkan keselamatan, Kementerian Perhubungan terus melakukan ramp check secara terus-menerus dan meminta jajaran Polri dan Dishub setempat agar menindak bus-bus yang tidak laik jalan.

“Ramp check akan dilakukan terus-menerus dan kita minta bantuan Polri dan Dishub untuk melakukan law enforcement menghentikan bus yang tidak laik jalan,” ucap Menhub Budi Karya.

Direktur Jasa Marga Desi Aryani menambahkan untuk kelancaran angkutan Nataru pada ruas Jakarta-Cikampek aktivitas proyek akan dihentikan.

“Aktivitas proyek di ruas Jakarta-Cikampek dihentikan dari tanggal 22 Desember 2017 sampai dengan 2 Januari 2018, jadi tidak ada aktivitas proyek sama sekali,” jelas Desi.

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan, agar proses pengambilan keputusan dalam menghadapi libur panjang Nataru, lembaga terkait saling berintegrasi untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan kesalahan dalam bertindak.

“Proses pengambilan keputusan terintegrasi, sehingga demikian akan menghindari kemungkinan-kemungkinan kesalahan bertindak,” ucap Menko Luhut Panjaitan.

Turut hadir pada acara tersebut Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Kepala Badan Pengelola Tansportasi Jabodetabek Bambang Prihartono, Kakorlantas Royke Lumowa, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto.